Home / Nusantara / Pendidikan / Politik & Hukum

Sabtu, 6 November 2021 - 18:23 WIB

Hamka B Kady Resmikan Program P3TGAI di Gowa

JURNAL NEWS, GOWA – Anggota DPR RI Komisi V Fraksi Partai Golkar, Hamka B Kady meresmikan program aspirasi Percepatan Peningkatan tata Guna Air (P3TGAI) yang telah direalisasikan oleh kementerian PUPR melalui Balai Besar Sulawesi Selatan, di Desa Manjalling, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa, Sabtu (6/11/2021). Peresmian itu di tandai dengan penandatanganan prasasti.

Ketua P3A, Daeng Jalling mengatakan, mewakili masyarakat desa Manjalling mengucapkan terima kasih kepada anggota DPR Hamka B Kady yang telah membantu para petani dengan merealisasikan program aspirasi P3TGAI.

“Alhamdulillah di desa kami sudah tiga tahun berturut-turut mendapat bantuan irigasi. Bahkan hasil dari program ini sebelumnya petani menikmati 2 kali panen permusim. Sekarang sudah 3 kali dalam satu musim,” kata Daeng Jalling di hadapan ratusan warga yang hadir.

Lebih lanjut Daeng Jalling menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Hamka B Kady selama ini telah menitipkan banyak program ke desa hingga dari tahun ke tahun, yakni dari peningkatan jaringan irigasi melalui program P3TGAI, bedah rumah, dan pembangunan infrastruktur wilayah sosial (pisew) yang menghubungkan antara desa yang satu dengan yang lain itu telah dirasakan langsung dan dinikmati masyarakat.

“Mudahan-mudah Bapak diberikan kesehatan dan Insya Allah kami akan memperjuangkan Bapak tetap berada mewakili kami di Senayan nantinya,” ucap Dg. Jalling disambut tepuk tangan warga yang hadir.

Hal senada dengan Dg. Jalling, Kepala Desa Manjalling, Hanafi yang akrab disapa H. Gading juga bersyukur bisa bertatap langsung dengan Hamka B. Kady mengingat atas kesibukannya di pusat sebagai salah satu wakil rakyat yang ada di Sulawesi Selatan.

“Kami berterimakasih atas kunjungannya ke desa kami di Manjalling, beliau banyak menitipkan program ke desa dan sudah beberapa program yang sudah nampak dan menyentuh langsung terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar H. Gading.

Ia menyampaikan bahwa masyarakat di desa Manjalling hampir 100 persen mayoritas petani dengan penduduk kurang lebih 4 ribu jiwa.

“Alhamdulillah hari ini kita melihat antusias masyarakat mengahdiri pertemuan ini. Itu karena ingin melihat Bapak Hamka B Kady yang selama ini terus berjuang menyalurkan beberapa program ke desa. Berkat bantuan dukungan sarana prasarana yang turun dapat membantu masyarakat khususnya di sektor pertanian,” tambah Kades.

Selama tiga tahun, lanjut Kades, telah membantu beberapa program ke desa. Mulai program Pisew yang menghubungkan antara desa Manjalling dan Mandalle, bedah rumah, dan peningkatan irigasi di bidang pertanian.

Pada kesempatan yang sama, Anggota DPR Hamka B Kady saat menyapa seluruh masyarakat bahwa kehadirannya selaku wakil rakyat merupakan tugas, melihat langsung dan mendengarkan aspirasi masyarakat yang kemudian akan dibahas di pusat.

“Beberapa bulan lalu kami telah membahas beberapa anggaran di kementerian termasuk anggaran dana desa dan anggaran Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di seluruh Indonesia,” kata Hamka.

Legislator Golkar itu akan terus berbuat untuk kepentingan masyarakat umum karena hampir semua kewajiban mewujudkan kepentingan masyarakat, termasuk memperjuangkan kepentingan pertanian.

“Mari kita mensyukuri apa yang kita terima, nikmati dan kita terus berusaha,” pungkas Hamka.

Usai pertemuan dengan masyarakat, Hamka B Kady bersama Kades melihat langsung hasil P3TGAI yang mengaliri beberapa luas sawah di desa setempat.

Kepada jurnalnews.net, Hamka B Kady kembali menyatakan bahwa sebagai anggota DPR kewajibannya itu memperjuangkan seluruh aspirasi masyarakat, termasuk hari ini sejumlah masukan dari masyarakat.

“Alhamdulillah sudah dua periode saya mulai yang terkecil dan terbesar telah kami lakukan. Saya ambil contoh itu bendungan Karangloe yang menghubungkan ke Gowa juga itu Insyah Allah akan diresmikan yang anggarannya hampir Rp1 triliun atau sekitar 800 miliar,” ujar Hamka.

Selanjutnya, akan dibangun lagi bendungan Jene’ lata, karena waktu banjir di Gowa 2018 lalu, itu disebakan karena luapan air dari Jene’ lata bukan dari Bili-bili. Sehingga Bili-bili juga terpengaruh dengan hal itu.

“Sehingga usulan Bupati bagaimana membangun bendungan Jene’lata karena hampir semua bendungan besar yang ada disini untuk kepentingan orang-orang di sekitar luar kabupaten Gowa,” ujarnya. (HSN)

Berita ini 95 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Investigasi

Rumah Dinas Bupati Probolinggo Digeledah

Investigasi

Polisi Buru “Wartawan Bodrek”: 2 Ditangkap, 3 DPO

Investigasi

ICW ke KPK: Telusuri Pihak Lain di Kasus Nurdin Abdullah

Investigasi

Diduga Minta Uang, Penyidik Kepolisian di KPK Ditangkap

Investigasi

Pandemi Covid-19, Belajar Secara Online Hasil Tidak Maksimal

Investigasi

Fredriech Resmi Nahkodai GAMKI Luwu Timur

Investigasi

Sejalan dengan WHO, Kemenkes RI Larang Pakai Bilik Disinfeksi

Investigasi

Puluhan Polisi Terluka Saat Pengamanan Unjuk Rasa di Sumut