Home / Investigasi / Nusantara / Pendidikan / Politik & Hukum

Senin, 13 September 2021 - 22:10 WIB

Pembunuh Wartawan Simalungun Meninggal Dalam Tahanan

JURNAL NEWS, JAKARTA – Praka AS yang diduga menjadi eksekutor pembunuhan Mara Salem Harahap alias Marsal, yang merupakan wartawan sekaligus pemilik media online di Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), meninggal dunia di dalam tahanan.

Praka AS yang selama ini ditahan di Rumah Tahanan Militer (RTM) Pomdam I/Bukit Barisan, sempat dilarikan ke RS Putri Hijau Tingkat 1 Medan untuk mendapat perawatan. Namun, nyawanya tak tertolong.

Baca juga: AMJI-RI Kecam Pembunuh Wartawan, Polda Sumut: Lagi Pengusutan

Baca juga: Diduga Minta Jatah Rp12 Juta, Pemred Media Dibunuh

Baca juga: Dua Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Pembunuhan Pemred

Baca juga: Dewan Pers dan AMJI-RI Desak Polisi Usut Pembunuhan Pemred

Kepala Penerangan Kodam I Bukit Barisan Letkol Inf Donald Erickson Silitonga mengatakan Praka AS meninggal dunia pada Minggu 12 September 2021. Dia sempat mengeluh nyeri pada dada dan mual.

“Yang bersangkutan sempat mengeluh sakit nyeri dada dan mual. Kemudian dibawa ke RS Putri Hijau pada pukul 19.00 WIB. Tapi pada pukul 19.45 WIB Praka AS dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya, Senin (13/9/2021).

Donald menyebutkan masih melakukan penyelidikan atas kematian Praka AS.

“Masih dilakukan penyelidikan. Jenazah sudah diautopsi,” lanjutnya.

Diketahui, Praka AS diduga menjadi eksekutor penembakan Mara Salem Harahap alias Marsal yang merupakan wartawan sekaligus pemilik media online di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) pada Jumat, 18 Juni 2021.

Pembunuhan itu lantaran pemilik Diskotek Ferrari Bar & Resto berinisial S kesal terhadap Marsal yang sering memberitakan peredaran narkoba di tempat hiburan malam itu. Padahal Marsal telah diberi sejumlah uang penutup mulut.

Namun, Marsal meminta jatah kepada S Rp12 juta per bulan dengan setiap harinya 2 butir ekstasi dari tempat hiburan malam tersebut agar kasus tersebut tidak diberitakan.

S pun meminta Y dan Praka AS memberi pelajaran kepada Marsal.

Dalam peristiwa ini, polisi telah menetapkan S dan Y sebagai tersangka. Sementara itu, Praka AS ditahan di Rumah Tahanan Militer (RTM) Pomdam I/BB.

Usai pengembangan, Pomdam I/BB mengungkap keterlibatan tiga oknum TNI AD lainnya yang berperan sebagai penyedia senpi ilegal. (AML/TIM)

Berita ini 147 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Investigasi

Proyek Miliaran Rupiah di Soppeng Sarat Korupsi

Investigasi

Ketum DPP AJO Indonesia Lantik Pengurus DPD dan 14 DPC se Sulsel

Investigasi

Banjir Masamba: 15 Ribu Mengungsi, 19 Orang Meninggal dan 23 Hilang

Investigasi

Kades Mabonta Pimpin Penyemprotan Massal

Investigasi

Waka Polsek Medan Helvetia Beri Surprise Kepada Deninteldam 1 BB

Investigasi

Ni Made Chandra Puspita Sari: Selagi Muda Terus Berkarya

Investigasi

PSC 119 Takalar Lakukan Perawatan Pasien di Polsel

Investigasi

Ahmad Tonang Siap Pimpin DPD II Golkar Takalar