Home / Investigasi / Nusantara / Pendidikan / Politik & Hukum

Selasa, 7 September 2021 - 18:00 WIB

Siapa Pembunuh Lenni, Kasusnya 9 Bulan Bergulir

JURNAL NEWS, SOPPENG – Peristiwa kasus kematian Lenni Suriani (28) yang merupakan pegawai tenaga kesehatan di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan ( Sulsel) menjadi mesterius dan tanda tanya terhadap keputusan yang sampai saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Untuk diketahui, peristiwa tersebut terjadi bulan Oktober 2020 di Kelurahan Jennae, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng. Lenni meninggal gantung diri dikediamannya, namun pihak keluarga korban menduga Lenni itu dibunuh.

Kanit Satreskrim Polres Soppeng, Aiptu Sabaruddin mengatakan bahwa kasus tersebut sudah pra rekontruksi 2 minggu yang lalu.

“Tinggal periksa ahli bedah autopsi, kemudian tinggal mau periksa ahli, baru periksa tambahan semua saksi-saksi,” ucapnya saat dikonfirmasi jurnalnews.net, via selular, Selasa sore (7/9/2021).

Selanjutnya, lanjut Sabaruddin, suami Lenni juga sudah diperiksa.

Ditanya soal kapan penyelesaian atas kasus tersebut, ia menyatakan setiap tindakan tetap digelarkan.

“Maklum saksi yang melihat kejadian tidak ada, nanti stelah gelar pasti ada petunjuk tindakan lebih lanjut,” tambahnya.

Baca juga: Polisi Didesak Usut Kematian Misterius Lenni

Nurlina selaku orang tua Lenni, saat diwawancara jurnalnews.net, Kamis (18/3/2021) lalu.

Ditempat terpisah, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cita Keadilan Sulawesi Selatan (Sulsel) Abdul Rasyid, selaku penasihat hukum orang tua korban, menyayangkan lamanya proses pemyidikan kasus tersebut.

“Kami mendesak polisi untuk mengusut peristiwa kematian tersebut. Padahal sudah ada hasil autopsi dan pemeriksaan saksi-saksi. Namun oleh penyidik Polres Soppeng melakukan pemeriksaan kembali terhadap saksi saksi,” ucapnya kepada jurnalnews.net, Selasa (7/9).

Dari itu, mewakili orang tua korban, sangat mengharapkan pihak APH segera mengungkap kasus ini, apalagi orang tua korban ingin sekali mendengar hasil keputusannya.

Diberitakan sebelumnya, Nurlina selaku orang tua korban yang telah memberikan kuasa kepada LBH Cita Keadilan bercerita terkait peristiwa yang menimpa putrinya ini. Diakuinya sampai sekarang ia tak habis pikir dengan peristiwa ini.

“Kejadiannya itu bulan Oktober 2020 di Kelurahan Jennae, Kecamatan Liliriaja. Saat kejadian, saya ada di Kalimantan dan saat itu pula saya pulang ke Soppeng. Jadi yang melihat peristiwa itu hanya suaminya bernama Arfandy, suaminya juga yang melapor menelpon ke kakaknya,” kata Nurlina kepada jurnalnews.net, di Kantor Posbakum LBH Cita Keadilan Lantai II, Kamis (18/3/2021) lalu.

Selang beberapa waktu, kata Nurlina, hasilnya autopsi keluar sekitar Desember 2020. Namun ia baru melihat hasilnya itu pada Januari 2021.

“Kalau tidak salah itu pertengahan atau akhir bulan Januari saya baru melihat hasilnya,” sebutnya.

Sampai saat ini, Nurlina terus menaruh tanda tanya kepada mantunya (Arfandy). Karena Nurlina tidak pernah ditemani oleh Arfandy untuk mengusut tuntas kasus kematian istrinya ini.

“Kenapa diam, ada apa, itu sudah tanda tanya buat saya, karena jelas dia melihat istrinya dalam kondisi gantung diri, bahkan dia sendiri yang menurunkan Lenni dari gantungan itu, sementara menurut hasil autopsinya tidak bunuh diri. Lantas kenapa dia diam, dan tidak mendatangi saya dan berkata bahwa siapa yang membunuh dan menggantung Lenni,” tegasnya.

Nurlina sangat beraharap kepada aparat penegak hukum khususnya kepada kuasa hukum Abd. Rasid untuk terus mengusut tuntas kasus tersebut.

“Saya berharap kembalikan nama baik anak saya, usut siapa pelakunya, karena kalau kita tidak mengetahui siapa pelakunya, maka kita tidak bisa mengurus hak waris anaknya Lenni. Sedangkan untuk hukumannya, saya serahkan kepada pihak berwajib,” pungkasnya. (FSL)

Berita ini 293 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Investigasi

Terpapar Covid, 1 Warga Labuhanbatu Dimakamkan Malam Hari

Investigasi

Hari ke-12 Jalan Kaki Menuju Istana, 170 Petani Deli Serdang Sampai di Labusel

Investigasi

Kapolda Sumut-Pangdam I/BB Sidak Prokes di Bandara Kualanamu

Investigasi

Jelang New Normal, Kapolres Labuhanbatu Tinjau Stasiun KA Rantauprapat

Investigasi

Polrestabes Medan Musnakan 358 Kg Ganja Kering

Investigasi

Polda Sumut Musnahkan Ratusan Kilo Ganja Kering dan Ribuan Pil Ekstasi

Investigasi

Dandim 0209 LB: TNI Dukung Polri Amankan Nataru

Investigasi

P3MD Luwu Timur Gelar Rakor