Home / Investigasi / Nusantara / Pendidikan / Politik & Hukum

Minggu, 5 September 2021 - 00:11 WIB

17 ASN Pemkab Probolinggo Jadi Tersangka

JURNAL NEWS, JAKARTA – Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Probolinggo diborgol dan memakai rompi tahanan KPK usai ditetapkan tersangka di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (4/9/2021).

Sebanyak 17 ASN di lingkungan Pemkab Probolinggo diduga terlibat kasus suap seleksi jabatan. Para tersangka langsung dibawa ke rumah tahanan KPK.

Sebelumnya KPK menahan Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya yang juga anggota DPR fraksi Partai Nasdem Hasan Aminuddin dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (30/8) lalu.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto mengatakan para pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

“Untuk kepentingan proses penyidikan, Tim Penyidik melakukan upaya paksa penahanan untuk 20 hari pertama terhitung sejak 4 September sampai dengan 23 September 2021,” tuturnya.

Adapun 17 orang pemberi suap yang ditetapkan sebagai tersangka merupakan Ali Wafa; Mawardi; Mashudi; Maliha; Mohammad Bambang; Mashuren; Abdul Wafi; dan Kho’im.

Kemudian Akhmad Saifullah; Jaelani; Uhar; Nurul Hadi; Nurul Huda; Hasan; Sahir; Sugito; dan Samsuddin.

Konstruksi Perkara

Pemilihan kepala desa serentak tahap II di wilayah Kabupaten Probolinggo awalnya diagendakan pada 27 Desember 2021, namun kemudian jadwal pemilihan diubah, sehingga terhitung 9 September 2021 terdapat 252 Kepala Desa dari 24 Kecamatan di Kabupaten Probolinggo yang selesai menjabat.

Untuk mengisi kekosongan jabatan kepala desa tersebut, maka akan diisi oleh Penjabat Kepala Desa yang berasal dari para ASN di Pemkab Probolinggo dan pengusulannya dilakukan melalui Camat.

Karyoto mengatakan ada persyaratan khusus di mana usulan nama para pejabat kepala desa harus mendapatkan persetujuan Hasan Aminuddin dalam bentuk paraf pada nota dinas pengusulan nama sebagai representasi dari Puput Tantriana Sari selaku Bupati Probolinggo.

Para calon pejabat kepala desa kemudian juga diwajibkan memberikan dan menyetorkan sejumlah uang.

“Adapun tarif untuk menjadi pejabat kepala desa sebesar Rp20 juta, ditambah dalam bentuk upeti penyewaan tanah kas desa dengan tarif Rp5 juta/hektar,” jelasnya.

Mengetahui kekosongan jabatan ini, para tersangka pemberi suap kemudian mengajukan proposal usulan nama-nama untuk mengisi posisi jabatan pejabat kepala desa dimaksud.

Selain itu mereka juga bersedia menyerahkan sejumlah uang yang telah ditentukan sebelumnya, masing-masing Rp20 juta.

“Diduga ada perintah dari Hasan memanggil para camat untuk membawa para kepala desa terpilih dan kepala desa yang akan purnatugas. Hasan juga meminta agar kepala desa tidak datang menemui dirinya secara perseorangan akan tetapi dikoordinir melalui camat,” tuturnya.

Pada Jumat (27/8), 12 Pejabat Kepala Desa menghadiri pertemuan di salah satu tempat di wilayah Kecamatan Krejengan, Probolinggo. Diduga dalam pertemuan tersebut telah ada kesepakatan untuk memberikan sejumlah uang kepada Puput melalui Hasan dengan perantara Camat Krejengan Doddy Kurniawan.

Pertemuan tersebut di antaranya dihadiri oleh Ali Wafa, Mawardi, Maliha, Mohammad Bambang, Masruhen, Abdul Wafi, dan Kho’im.

Dari yang hadir ini telah disepakati untuk masing-masing menyiapkan uang sejumlah Rp20 juta sehingga terkumpul sejumlah Rp240 juta.

“Untuk mendapatkan jabatan selaku Pejabat Kepala Desa diwilayah Kecamatan Paiton, Muhamad Ridwan telah pula mengumpulkan sejumlah uang dari para ASN hingga berjumlah Rp112,500 juta untuk diserahkan kepada PTS melalui HA,” ujarnya. (IDR/TIM)

Berita ini 160 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Investigasi

Hamka B Kady Sosialisasi Paham Radikalisme

Investigasi

HBK Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

Investigasi

ACT-MRI Soppeng Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Gorie

Investigasi

Beda Pilihan, Tokoh Masyarakat Labuhanbatu: Tali Persaudaraan Jangan Putus

Investigasi

Polres Labuhanbatu Ungkap Jaringan Kurir Narkoba Antar Provinsi

Investigasi

Pemkot Medan Terapkan Sistem ‘Cluster Isolation’

Investigasi

Polres Sinjai Ringkus 2 Pengedar Sabu, 1 Diantaranya Wanita

Investigasi

Tolak Conch Cement ‘Selamatkan Barru’