Home / Investigasi / Nusantara / Pendidikan / Politik & Hukum

Sabtu, 4 September 2021 - 18:55 WIB

Suap Bupati Probolinggo, KPK Tahan 17 Tersangka

JURNAL NEWS, JAKARTA – Terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan di Probolinggo, Jawa Timur Tahun 2021, KPK sudah menahan 17 tersangka. Penahanan terhadap 17 tersangka tersebut terhitung hari ini, 4 September 2021 sampai dengan 23 September 2021.

Upaya paksa tersebut dilakukan penyidik setelah merampungkan pemeriksaan terhadap para tersangka sejak Selasa (31/8).

Baca juga: Rumah Dinas Bupati Probolinggo Digeledah

Baca juga: Gantikan PTS, Timbul Prihanjoko Jabat Plt Bupati Probolinggo

Baca juga: Punya Paraf Sakti, Bupati Probolinggo & Suami Ditetapkan Tersangka

Baca juga: OTT Jual Beli Jabatan, Bupati Probolinggo Tiba di KPK

“Untuk kepentingan proses penyidikan, dilakukan upaya paksa penahanan oleh tim penyidik untuk 20 hari pertama,” ujar Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Karyoto, saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (4/9/2021).

Adapun 11 tersangka nanti akan ditahan pada Rutan KPK Cabang Pomda Jaya Cabang Guntur. Dua orang tersangka ditahan di Rutan Polres Jakarta Timur.

Sementara sisanya masing-masing satu orang tersangka ditahan di Rutan Salemba, Rutan Polres Jakarta Barat, Rutan KPK Gedung Merah Putih, dan Rutan Polda Metro Jaya.

“Tersangka akan dilakukan isolasi mandiri sebagai pemenuhan untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 di lingkungan Rutan KPK,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya KPK telah menetapkan puluhan tersangka dalam kasus dugaan suap yang melibatkan Bupati Probolinggo Puput Tantriana dan suaminya Hasan Aminuddin.

Para tersangka mayoritas merupakan ASN yang diusulkan mengisi jabatan kepala desa di 24 kecamatan di Probolinggo dan diduga memberi suap ke pasangan suami istri tersebut.

Wakil Ketua KPK Alex Marwata sebelumnya mengungkap, tarif yang harus diberikan oleh setiap ASN calon kepala desa kepada Puput dan suaminya sebesar Rp20 juta, plus upeti tanah senilai Rp5 juta per hektare.

Dia menjelaskan, praktik jual beli jabatan itu dilakukan setelah pemilihan kepala desa serentak tahap II di Probolinggo diundur dari semula akan digelar pada 27 Desember 2021. Walhasil, sebanyak 252 jabatan kepala desa yang tersebar di 24 kecamatan harus segera diisi per 9 September. (IDR/TIM)

Berita ini 49 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Investigasi

Hadiri Konsultasi Publik, Ketum LHI Singgung Pasar Cabbeng

Investigasi

Mobil Anak Bupati Labura Disita KPK

Investigasi

Demi Pahala, 2 Kontraktor Sumbang di Masjid Nurdin Abdullah

Investigasi

Jadi Garda Terdepan Meliput Covid-19, Ketua AJOI Sulsel: Wartawan ‘Dilarang Sakit’

Investigasi

Penyeleweng Bansos Corona, Mahfud: Lapor ke Saber Pungli

Investigasi

Presiden Jokowi Resmi Lantik Kepala BNN dan Kepala BRG

Investigasi

Kantor Pos Tanjung Medan Kembali Salurkan BLT di Kampung Rakyat Labusel

Investigasi

Curi Ikan di Indonesia, 2 Kapal Berbendera Malaysia Ditangkap KP-Antareja 7007