Home / Investigasi / Nusantara / Pendidikan / Politik & Hukum

Selasa, 3 Agustus 2021 - 13:38 WIB

Dianggap Pemborosan, Pengecatan Pesawat Kepresidenan Dikritik

JURNAL NEWS, JAKARTA – Pengecatan ulang pesawat kepresidenan menuai kritik. Kondisi cat pesawat dinilai masih bagus, sehingga perubahan warna pesawat dari warna biru-putih menjadi merah-putih dianggap sebagai pemborosan, karena biaya pengecatan ulang pesawat terbilang tinggi hingga Rp2,1 miliar.

Pakar penerbangan Alvin Lie membeberkan kegiatan pengecatan ulang pesawat kepresidenan. Ia mengunggah foto pesawat kepresidenan dengan warna merah putih.

Alvin menyinggung soal pemborosan uang di tengah pandemi. Menurutnya, pengecatan ulang pesawat bisa menelan biaya miliaran rupiah dan bentuk foya-foya.

“Hari gini masih aja foya-foya ubah warna pswt Kepresidenan Biaya cat ulang pswt setara B737-800 berkisar antara USD100ribu sd 150ribu Sekitar Rp.1,4M sd Rp.2.1M @KemensetnegRI@setkabgoid@jokowi,” cuit akun @alvienlie21, Senin (2/8).

Istana membenarkan tentang pengecatan ulang pesawat Kepresidenan Indonesia-1 atau Pesawat BBJ 2 itu. Namun pengecatan itu dibantah sebagai bentuk foya-foya.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono pun meluruskan tudingan yang menyebutkan pengecatan ulang sebagai pemborosan.

“Pengecatan pesawat ini telah direncanakan sejak tahun 2019 serta diharapkan dapat memberikan kebanggaan bagi bangsa dan negara. Perlu kami jelaskan bahwa alokasi untuk perawatan dan pengecatan sudah dialokasikan dalam APBN,” kata Heru dalam keterangan tertulis, Selasa (3/8/2021).

Heru menyampaikan pengecatan pesawat kepresidenan sudah direncanakan dalam rangka HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 2020. Namun, kegiatan itu tak bisa langsung dilakukan karena pesawat itu belum memasuki waktu perawatan rutin.

Ia berkata pesawat kepresidenan itu baru masuk jadwal perawatan rutin tahun ini. Pengecatan pun dilakukan bersamaan dengan perawatan seluruh komponen.

“Perawatan rutin Pesawat BBJ 2 jatuh pada tahun 2021 merupakan perawatan Check C sesuai rekomendasi pabrik, maka tahun ini dilaksanakan perawatan sekaligus pengecatan yang bernuansa Merah Putih sebagaimana telah direncanakan sebelumnya,” ujar Heru.

Ia menjelaskan pengecatan ulang pesawat kepresidenan tidak mengganggu pendanaan pandemi Covid-19 karena sudah dianggarkan sejak lama. Selain itu, pemerintah sudah memiliki alokasi anggaran sendiri untuk Covid-19.

“Sebagai upaya untuk pendanaan penanganan covid, Kementerian Sekretariat Negara juga telah melalukan refocusing anggaran pada APBN 2020 dan APBN 2021, sesuai dengan alokasi yang ditetapkan Menteri Keuangan,” tuturnya. (IDR/CNN)

Berita ini 76 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Investigasi

Miliki Kekayaan Berlimpah, Bandar Sabu Terbesar Ditangkap Polisi

Investigasi

Kades Ganra Soppeng Lantik Perangkat Desa

Investigasi

Jelang Sekolah, Guru dan Siswa Disarankan Tes Covid-19

Investigasi

Ini Ciri-ciri Gejala Varian Omicron

Investigasi

Bansos Akan Disalurkan Lewat Aplikasi Pengenal Wajah

Investigasi

Kapolres Labuhanbatu Kunjungi LP Rantauprapat, Ini Pesannya

Investigasi

Daftar Nama Korban Meninggal Banjir Bandang Luwu Utara

Investigasi

Antisipasi Ditolak Warga, Polisi Bentuk Tim Khusus Kawal Pemakaman Jenazah Corona