Home / Investigasi / Nusantara / Pendidikan / Politik & Hukum

Selasa, 27 Juli 2021 - 18:01 WIB

LHI Minta KPK Periksa Kontraktor Lain Penyuap Nurdin Abdullah

JURNAL NEWS, MAKASSAR – Ketua Umum Lembaga Kajian dan Advokasi Hak Asasi Manusia Indonesia (LAK-HAM INDONESIA) Arham MS meminta Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar terus mendalami empat kontraktor yang telah diperiksa terkait dugaan suap kepada Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif Nurdin Abdullah (NA).

“Keempat kontraktor tersebut sebagaimana telah diperiksa oleh KPK patut didalami keterlibatannya, mengingat mereka adalah pengusaha-pengusaha besar yang diduga kuat dekat dengan sejumlah kepala daerah di kabupaten,” sebut Arham saat dikonfirmasi jurnalnews.net via selular terkait hal tersebut, Selasa (27/7/2021).

Baca juga: Suap Nurdin Abdullah, Agung Sucipto Divonis 2 Tahun Penjara

Baca juga: Suap Kontraktor Dibungkus Kardus hingga Amplop

Baca juga: KPK Periksa Seorang Kontraktor soal Kasus NA

Lanjut Arham menyebutkan, salah satu dari empat kontraktor yang diduga penyuap NA yakni berasal dari kabupaten Soppeng.

Diberitakan sebelumnya, Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa pemberi suap kepada Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif Nurdin Abdullah, Agung Sucipto dengan hukuman selama 2 tahun penjara dan denda sebanyak Rp 150 juta.

Ketua Majelis Hakim, Ibrahim Palino dalam pembacaan amar putusannya menyatakan bahwa terdakwa Agung Sucipto bersalah melanggar pasal pasal 5 ayat 1 huruf a UU nomor 31 tahun 1991 tentang Tipikor dengan UU yang telah diubah UU RI nomor 20 tahun 2001 Juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

“Agung Sucipto terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan sebagaimana dakwaan pertama, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa selama 2 tahun dan denda Rp 150 juta, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayarkan, maka akan diganti dengan penjara selama 4 bulan,” kata Ketua Majelis Hakim, Senin (26/7). (FSL)

Berita ini 147 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Investigasi

Jelang Idul Fitri, Wakapolda Sumut Pimpin Zoom Meeting

Investigasi

Shalat Jamaah Dilarang, Din: Orang Menumpuk di Bandara

Investigasi

Riset: Jus Jeruk Tangkal Corona

Investigasi

Kapolda Sumut-Pangdam I/BB Sidak Prokes di Bandara Kualanamu

Investigasi

Harun Masiku Disebut Ada di Indonesia

Investigasi

Pimpinan BNI Rantauprapat Terkonfirmasi Covid-19

Investigasi

Ditetapkan Jadi Tersangka, Ruslan Buton Dijerat Pasal Berlapis

Investigasi

Pemilihan Danpos Satlinmas Kecamatan Wajo Pakai Voting