Home / Investigasi / Nusantara / Pendidikan / Politik & Hukum

Jumat, 23 Juli 2021 - 22:27 WIB

Ibu Diduga Hamil Korban Petugas Pol PP Gowa Dipolisikan

JURNAL NEWS, JAKARTA – Korban pemukulan oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Nur Halim dan istrinya, Amriana alias Riyana Kasturi dilaporkan ke pihak kepolisian terkait berita bohong atau hoaks soal kehamilan.

Namun, pelapor balik ke polisi itu bukanlah aparat yang melakukan kekerasan saat operasi penegakan PPKM, eks Sekretaris Satpol PP Mardani Hamdan, melainkan salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) di sana.

Baca juga: Pukuli Pemilik Warkop, Petugas Satpol PP Ditetapkan Tersangka

Baca juga: Penertiban PPKM, Satpol PP di Gowa Aniaya Ibu Hamil

Baca juga: Satpol PP Pukuli Pemilik Warkop; Emosi Terpancing

Baca juga: Sekelompok Orang Lempari Batu Pos Satpol PP Makassar

Dalam pelaporan ke Polres Gowa, Nur Halim dan Amriana alias Riyana Kasturi mengganggap kehamilan yang digembar-gemborkan dalam viral video kekerasan oleh Mardani adalah palsu.

“Kami laporkan kedua orang itu di Mapolres Gowa. Alat bukti yang kami bawa salah satunya rekaman video live Facebook si Ivan (Nur Halim) yang menyatakan istrinya itu tidak hamil,” kata Ketua Brigade Muslim Indonesia, Muh Zulkifli, Kamis (22/7/2021).

Zulkifli mengaku sempat merasa kecewa dan prihatin kepada pasangan suami istri yang mengalami tindakan arogan dari oknum Satpol PP saat operasi penertiban PPKM.

Namun, setelah mendengar dugaan pengakuan kehamilan saat mengalami kekerasan oleh oknum Satpol PP itu bohong, pihaknya pun berinisiatif melaporkannya ke polisi.

“Saya tidak kenal dengan pak Satpol PP. Saya juga tak kenal dengan pemilik kafe (korban). Ini murni untuk keadilan hukum,” klaim Zulkifli.

Sebelumnya, suami Amriana alias Riyana Kasturi menuturkan saat peristiwa pemukulan terjadi sang istri sedang hamil. Hal itu dikatakan Nur Halim saat memberikan keterangan resminya di Makassar, bahwa dirinya hanya ingin melindungi sang istrinya dari tindakan arogan tersangka, Mardani Hamdan.

“Kenapa saya katakan istri saya hamil, karena saya tidak mau istri saya diapa-apai oleh satpol tersebut. Saya ingin melindungi istri saya. Takutnya dia pukuli istri saya. Jadi secara spontan saya bilang hamil,” kata Nur Halim, Senin (19/7).

Menurut Nur Halim selama menjalani kehidupan bersama istrinya, ia melihat sendiri kondisi Amriana alias Riyana Kasturi mengalami perubahan, terutama di bagian perutnya.

Nur Halim pun membantah jika ada pihak yang mengatakan istrinya tidak sedang hamil. Bahkan, sebelum kejadian itu kata dia istrinya sudah hamil dua bulan setelah pernikahan mereka.

“Jadi yang katakan tidak hamil, tolong. Bukan kalian yang rasakan tapi saya,” ungkapnya.

Dalam perkara dugaan kekerasan yang terekam kamera video pengawas (CCTV) lalu viral itu, Mardani telah ditetapkan tersangka oleh polisi.

Dia pun telah dipecat dari jabatannya sebagai Sekretaris Satpol PP Gowa oleh Bupati Adnan Purichta Ichsan setelah mendapat laporan pemeriksaan dari inspektorat. (FSL/RED)

Berita ini 97 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Investigasi

Satgas Yonif 413 Bremoro Bantu Warga Kampung Gambut Bakar Batu

Investigasi

Diduga Minta Jatah Rp12 Juta, Pemred Media Dibunuh

Investigasi

Wartawan Ditembak OTK, AJI: Tangkap Pelaku

Investigasi

Dalami Kasus Korupsi Nurdin, KPK Kembali Periksa 3 Saksi

Investigasi

PP GEMEI Desak Mendagri dan KPU Tunda Pilkada 2020

Investigasi

Pemkab Muratara Lakukan Sterilisasi Terpadu Penyemprotan Disinfektan

Investigasi

AMJI-RI Apresiasi RSUD La Galigo Bangun Gedung 1 Kamar 1 Pasien

Investigasi

Rapid Test Berbayar, LHI Harap DPRD Soppeng Hadir