Home / Investigasi / Nusantara / Pendidikan / Politik & Hukum

Kamis, 15 Juli 2021 - 18:09 WIB

Bintang Sejati Ajukan Sanggahan Pemenang, LHI: Semoga ULP Soppeng Profesional

JURNAL NEWS, SOPPENG – Setelah keluar pengumuman pemenang pada lelang tender proyek rehabiliasi gedung sekolah SMP Negeri 2 Lilirilau Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Sabtu (10/7/2021), perusahaan konstruksi Bintang Sejati selaku penawar terendah atau posisi urutan pertama masukkan sanggahan pemenang.

Menanggapi itu, aktivis anti korupsi, Arham MS saat diminta tanggapanya mengatakan akan mendukung semua badan usaha yang tidak puas dan meragukan kinerja kelompok kerja (pokja). Semoga Pokja Unit Layanan Pengadaan (ULP) di Soppeng bekerja secara profesional dan mengedepankan transparansi.

“Ya, setiap informasi yang bersifat pengaduan akan kami kawal dan tentunya akan mensupport. Apalagi sudah menjadi rahasia umum pada setiap ada proses lelang, maka bermunculan kesan-kesan negatif akan kinerja Pokja ULP,” ujar Ketua Umum LAK-HAM INDONESIA (LHI) itu melalui telepon selular, Kamis (15/7).

Sedangkan untuk permasalahn CV. Bintang Sejati, lanjut Arham, sudah mendapatkan informasi terkait hal tersebut.

“Kami sudah dapat informasinya, seharusnya pihak Pokja Soppeng kalau mau fair memberikan undangan kepada kedua belah pihak untuk melakukan pembuktian agar disaksikan oleh semua pihak. Dengan demikian tidaka ada prasangka-prasangka buruk yang terdengar diluar,” ungkapnya.

Apalagi kata dia, yang dikoreksi oleh Pokja bukan hal yang mendasar sebagaimana termaktub pada peraturan presiden Nomor 14 dan peraturan LKPP nomor 12 tahun 2021 tentang penawar terendah yang memenuhi koreksi arekmetik dari kewajaran harga.

Dari pantauan website LPSE Kabupaten Soppeng, setidaknya ada kurang lebih 40 badan usaha yang mengikuti proses lelang, namun kemudian tersisa dua yakni CV Bintang Sejati selaku penawar terendah dengan nomor satu dan CV. Laminta Jaya Sakti sebagai penawar terendah kedua.

“Memasuki masa pengumuman pemenang, proyek rehabilitasi sekolah yang nilai anggarannya sebesar Rp2, 3 miliar ini dimenangkan oleh CV Laminta Jaya Sakti,” ucapnya.

Kepada wartawan via selular, pihak CV Bintang Sejati, Bustam mengungkapkan kekecewaannya atas kinerja panitia Pokja Soppeng.

“Sebelum kami memasukkan dokumen penawaran, jauh hari kami telah cermati semua persyaratannya, sehingga kami yakin bahwa semua dokumen yang masuk itu sudah lengkap,” kata Bustam.

“Kami ini pekerja profesional, kalau pun kalah biasa bagi kami yang penting dalam proses itu pihak kami tidak “dikalahkan” atau dicari-carikan celah yang berlebihan,” tambahnya.

Menurutnya, jika panitia Pokja dalam tahap evaluasi dokumen memandang bahwa perusahaan Bintang Sejati tidak menguraikan uraian tugas sehingga tidak lolos, padahal jelas dalam dokumenn yang dimasukkan dihalaman belakang SKT, jelas ada uraian tugas yang dimasukkan.

“Pihak kami akan memantau dan mempermaslahkan proses lelang ini sesuai ketentuan peraturan yang berlaku. Bahkan kami akan berencana melakukan pengaduan ke seluruh instansi terkait, termasuk kepada PERS dan LSM atas kejanggalan proses lelang ini,” ungkap Bustam.

Hingga berita ini ditayangkan, jurnalnews.net, masih terus berupaya meminta klarifikasi kepada panitia lelang Pokja ULP Soppeng. (FSL)

Berita ini 375 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Investigasi

Diduga Lakukan Kekerasan, Petugas Rutan KPK Polisikan Eks Pejabat MA

Investigasi

Wisata Pantai Topejawa Takalar Diduga Langgar Izin Lingkungan

Investigasi

Terima Kunjungan DPRD Buton, Sekda Takalar Perkenalkan Sektor Pertanian

Investigasi

DPD AJOI Sulsel Serahkan 14 SK DPC se Sulsel

Investigasi

DPPKB Labuhanbatu dan BKKBN Sumut Gelar Pertemuan Program Bangga Kencana

Investigasi

Korupsi Dana Desa, Mantan Pjs Kades Bontoloe Jadi Tersangka

Investigasi

Pemdes Sentang dan Masyarakat Bedah Rumah Nenek Rusmini

Investigasi

Setahun Menjabat, Kades Ganra Dapat Apresiasi