Home / Investigasi / Nusantara / Pendidikan / Politik & Hukum

Jumat, 28 Mei 2021 - 19:52 WIB

Harun Masiku Disebut Ada di Indonesia

JURNAL NEWS, JAKARTA – Mantan calon legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Harun Masiku disebut berada di Indonesia.

Namun buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu belum ditangkap karena penyelidik yang menangani kasus tersebut telah dinonaktifkan dari tugasnya.

Hal itu disampaikan pegawai KPK yang dinyatakan tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK), Harun Al Rasyid.

Diketahui Harun Al Rasyid adalah Kepala Satgas Penyelidik KPK.

Baca juga: ICW Nilai KPK Gagal Tangkap Harun Masiku

Baca juga: KPK Digerogoti Korupsi

“Ada. Sinyal itu ada,” kata Harun soal kemungkinan keberadaan Masiku di RI, dalam sebuah video yang merekam percakapan antara Najwa Shihab dengan sejumlah pegawai KPK yang tak lolos TWK di balik layar program Mata Najwa, Jumat (28/5/2021).

Menurutnya, dua bulan lalu Harun Masiku berada di luar negeri. Saat itu, ia bersama pegawai KPK lainnya hendak memburunya. Namun, upaya itu terhambat.

Saat ini, Harun Masiku yang telah menjadi buron 16 bulan itu disebut telah masuk ke Indonesia.

Najwa pun bertanya soal pengetahuan pimpinan KPK mengenai keberadaan Harun Masiku di Indonesia. Harun tidak mengonfirmasi hal ini. Dia mengatakan dirinya tidak bisa melaporkan keberadaan Harun Masiku lantaran telah diminta agar menyerahkan tanggung jawabnya.

“Jadi saya enggak bisa ngelaporin,” kata Harun.

Hal ini terkait terbitnya Surat Keputusan Nomor 652 Tahun 2021 soal pembebastugasan 75 pegawai yang dinyatakan tidak memenuhi syarat dalam tes wawasan kebangsaan.

Karena itu, meskipun Harun Masiku telah berada di Indonesia, Harun dan pegawai KPK lainnya yang menangani kasus ini tidak bisa menindak.

“Jadi, kalo SK [pembebastugasan]-nya dicabut bisa langsung ditangkap, ya?” tanya Najwa kemudian.

“Ya, ditangkap,” jawab Harun.

Sebelumnya, sebanyak 75 pegawai KPK dinyatakan tidak lolos TWK untuk alih status menjadi aparatur sipil negara (ASN). Sementara itu 51 dari 75 pegawai tersebut dinyatakan tak bisa lagi dibina dan diberhentikan sebagai pegawai KPK.

Beberapa orang yang tidak lolos TWK diketahui sedang menangani kasus-kasus korupsi yang menjadi sorotan publik, seperti korupsi bansos dan suap ekspor benur.

Harun Masiku sendiri telah menjadi buron KPK sejak 16 bulan lalu. Ia ditetapkan menjadi tersangka tindak pidana korupsi karena telah menyuap mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

Dia diduga telah menyiapkan uang sebesar Rp850 juta sebagai pelicin agar dia bisa melenggang ke Senayan menggantikan Nazarudin Kiemas yang lolos ke DPR namun meninggal dunia. (FSL/CNN)

Berita ini 65 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Investigasi

LHI Minta Tinjau Penambangan di Area Jembatan Tajuncu Soppeng

Investigasi

PWI Soppeng Bagikan Hand Sanitizer, Aktivis: Terus Berikan Edukasi PHBS

Investigasi

Polda Sumut Turunkan Ribuan Personel untuk Pengamanan Idul Fitri

Investigasi

PHBI Labuhanbatu Tiadakan Shalat Id di Lapangan Ika Bina Rantauprapat

Investigasi

ACT-MRI Takalar Bersama IMM dan IPTP Terus Lakukan Disinfektan di Area Publik

Investigasi

Truk Tabrak Sepeda Motor di Labusel, Satu Korban Tewas di TKP

Investigasi

Satu OTG Asal Luwu Utara Positif Covid-19

Investigasi

Bersihkan Indonesia ‘Berani Jujur Pecat’