Home / Investigasi / Nusantara / Pendidikan / Politik & Hukum

Sabtu, 10 April 2021 - 11:55 WIB

Gaji ASN DKI Naik

JURNAL NEWS, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menaikkan pendapatan ASN DKI untuk mencukupi kebutuhan finansial mereka.

Anies juga menyampaikan dengan tegas bahwa tidak akan memberikan toleransi sedikit pun jika ada ASN DKI yang melakukan korupsi.

“Tidak ada toleransi sedikit pun pada siapa saja yang terlibat dalam praktik ini, khususnya di Jakarta karena kebutuhan sudah terpenuhi sehingga tidak ada alasan lagi untuk melalukan praktik korupsi,” kata Anies dalam diskusi virtual Membedah Praktik Korupsi Kepala Daerah, Kamis (9/4/2021).

Dengan menaikkan pendapatan ASN di lingkungan Pemprov DKI, diharapkan mampu menghilangkan praktik korupsi.

“Dibuat cukup intinya, jangan sampai kurang. Kalau kurang di situlah rongga paling besar,” ujar Anies.

Menurut Anies ada dua motif korupsi lain, yaitu faktor keserakahan dan karena sistem.

Untuk menghadapi korupsi yang berangkat dari keserakahan, tidak ada cara lain kecuali dengan hukuman yang berat disertai sanksi yang tegas tanpa pandang bulu.

“Karena keserakahan itu tidak ada ujungnya,” kata Anies.

Menghadapi korupsi yang disebabkan oleh sistem, diperlukan pembenahan secara sistemik di internal pemerintahan.

“Untuk mencegah korupsi tersebut, Pemprov DKI Jakarta menerapkan gerakan digitalisasi di semua level kegiatan pemerintahan mulai dari perencanaan, penganggaran, sampai pengadaan sehingga transparan dan mudah diawasi,” jelasnya.

Lanjut Anis mengatakan, kendati kebutuhan telah terpenuhi, upaya pencegahan beserta sistem juga telah diperkuat, tantangan pemerintah daerah tetap ada. Bila tetap muncul korupsi di Pemprov DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan tidak akan ada toleransi.

“Yang dilakukan Pemprov sederhana, langsung yang bersangkutan diberhentikan, yang bersangkutan diganti, proses hukum dijalankan,” kata dia.

Gaji PNS DKI Bisa Capai Rp20 Juta/Bulan

Untuk diketahui, PNS di Pemprov DKI Jakarta dengan gelar Sarjana 1 (S-1) bisa mendapatkan gaji hingga Rp20 juta per bulan.

Dengan rincian, gaji pokok ditambah tunjangan kinerja daerah (TKD) dari Pemprov DKI Jakarta.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi DKI Jakarta, Chaidir mengatakan gaji tersebut berlaku bagi lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang masuk di lingkungan Pemprov DKI.

“CPNS bergelar sarjana dengan lulusan IPDN yang masuk di Pemprov DKI Jakarta akan memiliki golongan III-A sebagai Penata Muda,” kata Chaidir, Selasa (19/11/2019).

Selain itu, perkiraan gaji tersebut bisa diterima apabila pegawai tersebut menduduki jabatan struktural sehingga akan bertambah.

Khusus DKI Jakarta, diberlakukan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) sebesar Rp 17.370.000 sesuai standar kinerja sebagai jabatan fungsional umum hingga teknis terampil.

“Sehingga total yang diterima oleh lulusan IPDN yang baru menjadi PNS 100 persen bila bertugas di DKI Jakarta akan menerima total gaji sebesar Rp 19.949.000,” kata Chaidir dikutip dari kompas.com.

Peraturan yang mengatur tentang TKD tersebut diatur dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 409 Tahun 2017 tentang TKD. (SIS/RED)

Berita ini 424 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Investigasi

Korwil Pendidikan Duampanua Rapat Pemantapan Protokol Kesehatan

Investigasi

KPAI Labura: Pelaku dan Korban Pencabulan Bukan Anak-anak

Investigasi

Seluruh Camat Takalar Diminta Kejar 50 Persen Vaksinasi

Investigasi

Kapolres Labuhanbatu Terima Kunjungan Danlanal Tanjungbalai-Asahan

Investigasi

Tak di Denda Rp100 Juta, Polisi Hanya Minta Pemudik Putar Balik

Investigasi

Aa Gym: Sudah Swab, Hasilnya Positif Covid19

Investigasi

Sejumlah Partai Temui Ridwan Kamil untuk 2024

Investigasi

Pemkab Takalar Akan Bagikan 500 Ekor Sapi