Home / Investigasi / Nusantara / Pendidikan / Politik & Hukum

Rabu, 3 Februari 2021 - 21:28 WIB

Babinsa-Bhabinkamtibmas Kawal Kasus BLT Desa Tarabbi Luwu Timur

JURNAL NEWS, LUWU TIMUR – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada seluruh jajaran kementerian dan kepala daerah agar memastikan bantuan tunai diterima masyarakat secara utuh. Tak ada yang dipotong. Bantuan pun harus tepat sasaran dan cepat.

“Jadi apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi sangat betul. Bahkan beliau memerintahkan kepada seluruh jajaran, elemen masyarakat, juga TNI-Polri ikut mengawal bantuan sosial untuk masyarakat,” kata Babinsa Desa Tarabbi, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, Serda Joni Yohana kepada jurnalnews.net, Rabu malam (3/2/2021).

Babinsa Serda Joni menyampaikan hal ini sekaitan dengan kasus penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) yang belum diterima oleh warga desa Tarabbi.

Baca juga: BLT Belum Disalurkan, Masyarakat Desa Tarabbi Minta Diusut

“Kami bersama Bhabinkamtibmas desa Tarabbi Bripka Agus Salim, terus mengawal kasus dugaan penyalahgunaan BLT ini sampai tuntas. Karena ini menyangkut hak warga, dan biar tidak berlarut larut dan terulang lagi,” tegasnya.

Serda Joni bersama Bripka Agus meminta masyarakat untuk ikut berpartisipasi bersama sama mengawal kasus ini.

Baca juga: DPMD Labuhanbatu Larang Pungli BLT-BST dari Masyarakat

“Kami meminta masyarakat agar turut serta mengawal, jangan nanti dana BLT tersebut sudah diterima langsung selesai masalah. Ini harus tetap jalan sesuai proses hukum, apalagi ini tindakan pidana,” terangnya.

Bahkan, pihaknya mengawal kasus ini ke Polres Luwu Timur. Agar kejadian ini tidak terulang lagi.

Baca juga: Sederet Catatan Dugaan Kasus Proyek Pembangunan APBD Luwu Timur

“Kasian masyarakat, mereka butuh makan apalagi saat sekarang di masa pandemi susah cari uang, ini malah ada oknum yang menyalahgunakan,” tuturnya.

Sekali lagi, tegasnya, kasus ini harus dikawal sampai tuntas. Ingat, ini instruksi Presiden agar dana bantuan sosial tersalurkan tepat sasaran dan tidak di salah gunakan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun jurnalnews.net, Polres Luwu Timur sedang melakukan pemeriksaan terhadap Bendahara desa setempat. Dan  Kamis (4/2) juga dilakukan pemeriksaan terhadap atasnama Taufik, selaku terduga yang memakai/meminjam dana tersebut. Sedangkan untuk Sekdes, juga Kamis akan diperiksa pihak Kejaksaan.

Sebelumnya, oknum perangkat Desa Tarabbi, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) diduga pakai dana bantuan langsung tunai (BLT) untuk keperluan pribadi.

Hal ini terungkap saat sejumlah masyarakat desa setempat, Senin (1/2/2021) menyambangi kantor desa guna mempertanyakan penyaluran BLT yang tak kunjung cair sampai saat ini.

Berdasarkan sumber terpercaya jurnalnews.net, yang tak mau disebutkan namanya, berucap, kalau oknum aparat desa diduga memakai dana BLT untuk keperluan pribadi.

Hal senada juga disampaikan sumber terpercaya lainnya bahwa dana tersebut dipakai untuk acara hajatan (nikahan). Disamping itu, diduga dana tersebut dibagi bagi oleh aparat pemdes setempat.

Kepada jurnalnews.net, masyarakat tersebut mengatakan bahwa BLT untuk tahap III bulan Desember 2020 belum disalurkan.

“Adapun jumlah penerima BLT sebanyak 122 kepala keluarga [KK], dengan nilai Rp300rb per KK,” ujar masyarakat.

Namun, dari 122 KK tersebut, sebanyak 44 KK yang sudah menerima, sementara 78 KK yang belum menerima.

“Dari 78 KK yang belum menerima dikalikan Rp300rb, itu sudah berapa?, dan rencananya masyarakat desa akan melakukan pelaporan secepatnya ke pihak aparat penegak hukum, bisa ke Polres atau Kejaksaan nanti,” ungkapnya.

Selama penyampaian aspirasi berlangsung, sejumlah masyarakat tidak mendapat kejelasan dari pemerintah desa setempat.

“Dari informasi yang kami dengar, uang BLT tersebut diduga dipakai oleh salah satu oknum aparat desa untuk acara, entah acara apa. Apalagi ini sudah masuk tahun 2021, sementara dana BLT itu harus rampung sampai akhir Desember 2020,” kata masyarakat desa. (FSL)

Berita ini 214 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Investigasi

Bupati Luwu Utara Terima Kunjungan ACT MRI

Investigasi

Lawan Mantu Jokowi, Demokrat-PKS Koalisi Usung Akhyar Pilwalkot Medan

Investigasi

Tidak Berdinas 30 Hari, Bripka Koko Pujiono Kena PTDH

Investigasi

Aturan New Normal, Menkes Keluarkan Protokol Keamanan Bekerja

Nusantara

Diseret KPK, Harta dan Sederet Prestasi Gubernur Sulsel

Investigasi

Bupati Takalar Harap Ponpes Mahyajatul Qurra Tingkatkan RLS

Investigasi

Tinjau Perbatasan Sumut-Riau, Kapoldasu: Sanksi Tegas tapi Humanis Kepada Pemudik

Investigasi

Di Pasar Citta, ACT MRI dan CWA Bagikan Sejuta Masker untuk Saudara se Bangsa