Home / Investigasi / Nusantara / Pendidikan / Politik & Hukum

Senin, 7 September 2020 - 16:51 WIB

Kisah Ibu di Maros Bertahan Hidup dari Jualan Tusuk Sate

JURNAL NEWS, MAROS – Selama 17 tahun ditinggal sang suami, ibu Sidah (41) warga Lingkungan Baniaga, Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan(Sulsel), menjadi tulang punggung keluarga untuk menafkahi kedua anaknya.

Sebelum berjualan tusuk sate, ia bekerja sebagai baby sister (pengasuh anak-red) dan setelah itu ia bekerja pada sebuah kedai yang berada di sekitar tempat tinggalnya. Lembar per lembar uang dikumpulkannya, demi melanjutkan kelangsungan hidup bersama keluarga dan pendidikan anaknya.

Diketahui, sejak tahun 2017 sampai sekarang, Ibu Sidah menekuni profesi sebagai pembuat tusuk sate.

Hasil dari berjualan tusuk sate diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga dan biaya sekolah kedua anaknya.

Namun sangat pilu, kedua anaknya tak dapat lagi melanjutkan pendidikan sampai ke perguruan tinggi karena keterbatasan biaya dan hanya mampu menempuh pendidikan hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), itupun ikut program sekolah gratis pemerintah.

Tak hanya sampai disitu, ujian hidupnya semakin bertambah ketika Safaruddin (25) yang merupakan anak pertamanya mengalami luka serius akibat kecelakaan kerja.

Setiap harinya ia memotong dan membelah bambu untuk dijadikan tusuk sate. Dalam sebulan ia mampu memproduksi 8 kardus tusuk sate dan dijual seharga Rp50 ribu per kardus seukuran mie instan atau senilai Rp400 ribu per bulan. Uang hasil penjualan itulah yang digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari hingga biaya berobat anaknya.

Setelah melalukan assestment secara mendalam, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kabupaten Maros dengan segera menyalurkan bantuan berupa modal usaha sekaligus renovasi rumah dan biaya berobat untuk anaknya.

“Dengan bantuan ini, saya sangat bersyukur sekali, karena saat ini saya harus membantu keluarga yaitu anak-anak yang sedang sakit. Adanya bantuan dari Sahabat Dermawan ACT dapat menambah produksi tusuk sate saya. Setidaknya dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan membayar hutang-hutang saya,” ungkap Ibu Sidah. (FSL/TIM)

Berita ini 175 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Investigasi

Satpolair Labuhanbatu Bersama TNI AL Sei Berombang Lakukan Penyemprotan

Investigasi

Mutasi Pejabat di Takalar Kembali Bergulir

Investigasi

Polisi Tangkap 1 Orang Pembeli Narkoba, Pengedar Berhasil Lolos

Investigasi

SKSG UI Sulsel Gelar FGD Dampak Penyebaran Covid-19

Investigasi

Pemerintah Indonesia Pastikan Tak Akan Lockdown

Investigasi

Diduga Minta Uang, Penyidik Kepolisian di KPK Ditangkap

Investigasi

Buah Anggur 6 Hari Berbuah, Intip Dandim 1423/Soppeng Bercocok Tanam

Investigasi

Pangdam I/BB Kunker ke Yonif Raider 100/Prajurit Setia