Home / Investigasi / Nusantara / Pendidikan / Politik & Hukum

Rabu, 15 Juli 2020 - 08:01 WIB

Update Daftar Nama Korban Banjir Masamba Luwu Utara

JURNAL NEWS, LUWU UTARA – Musibah banjir bandang di Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan merenggut banyak korban jiwa, yang terjadi sejak Senin malam (13/7/2020).

Berdasarkan catatan yang diperoleh jurnalnews.net, sudah ada 13 orang yang ditemukan meninggal dunia dan puluhan orang dinyatakan hilang.

Baca juga: Banjir Masamba, 13 Orang Tewas dan 46 Orang Hilang

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara Muslim Muchtar menyebutkan korban bertambah jadi 13 orang.

“Per malam ini pukul 19.30 Wita, korban meninggal 13 orang,” kata Muslim di Kantor BPBD Luwu Utara, Jalan Simpurusiang, Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba, Selasa malam (14/7/2020).

Baca juga: Bantu Korban Banjir, Pedangdut Evi Masamba Jual Mobil Alphard

Berikut nama, umur, dan alamat korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Masamba:

1. Gandi (35) / Pontaden

2. Askar (49) / Pontaden

3. Nahmu (47) / Radda

4. Sitti Wahyu (63) / Sapek

5. Sabarina (56) / Pontaden

6. A Nina Saad (23) / Pontaden

7. Mahmud (47) / Radda

8. Disya (10) / Masamba

9. Tanpa Nama / Kampung Kurra

10. Amri (43) / Radda

11. Tanpa Nama / Radda

12. Tanpa Nama / Radda

13. Muhammad Idris (85) / Masamba Affair.

Baca juga: Update Banjir Masamba: Rumah Dinas Bupati Luwu Utara Terendam Banjir

Sementara lima kecamatan dan puluhan desa/kelurahan yang diterjang banjir, adalah kecamatan Masamba, kecamatan Baebunta, kecamatan Baebunta Selatan, kecamatan Malangke, dan kecamatan Malangke Barat.

Khusus di kecamatan Masamba dan kecamatan Baebunta Selatan, wilayah itu diterjang banjir bandang.

Lanjut Muslim Muchtar mengatakan banjir terjadi akibat luapan tiga sungai besar. Yakni Sungai Masamba, Sungai Radda, dan Sungai Rongkong.

Baca juga: Banjir Bandang Terjang Masamba Luwu Utara

Selain menelan korban jiwa, banjir juga mengakibatkan 15 ribu warga mengungsi.

Lantaran rumah mereka hanjut terbawa air maupun tertimbun sedimen lumpur bercampur pasir.

“Data terakhir kami kurang lebih 15 ribu jiwa mengungsi,” katanya.

Menurut dia, pengungsi tersebar di beberapa tempat. Seperti posko yang didirikan BPBD, gedung sekolah, rumah ibadah, dan rumah keluarga terdekat.

“Yang saat ini paling dibutuhkan korban adalah obat-obatan, makanan siap saji, selimut, dan tenda,” katanya. (FSL)

Berita ini 1,734 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Investigasi

Sempat Kontak Pasien Covid-19, Puluhan Tenaga Medis di Sumbar Diisolasi

Investigasi

Jabatan Kepala SMK Teladan Rantauprapat Diserahterimakan

Investigasi

Penertiban PPKM, Satpol PP di Gowa Aniaya Ibu Hamil

Investigasi

Camat Mappakasunggu Safari Ramadhan di Kelurahan Takalar

Investigasi

Soal Wanprestasi, PLN Digugat di PN Jakpus

Investigasi

Ganra FC Raih Juara 1 Liga Sewo Cup X

Investigasi

Menkeu Usul Tukang Bakso Dapat Pinjaman Rp10 Juta

Investigasi

Serentak se Sulsel, JOIN Lutim Berbagi Kasih ke Panti Asuhan Darussalam