Home / Investigasi / Nusantara / Pendidikan / Politik & Hukum

Sabtu, 30 Mei 2020 - 02:59 WIB

Ditetapkan Jadi Tersangka, Ruslan Buton Dijerat Pasal Berlapis

Detik-detik Ruslan Buton  hendak ditangkap.

Detik-detik Ruslan Buton hendak ditangkap.

JURNAL NEWS, JAKARTA – Mantan perwira menengah Yonif RK 732/Banau Kapten Infanteri, Ruslan Buton ditetapkan sebagai tersangka kasus hoaks oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri setelah kasusnya  dibawa ke Jakarta.

Sebelumnya, kasus ini bermula saat Ruslan Buton mengeluarkan pernyataan secara terbuka kepada Presiden Jokowi dalam bentuk video yang kemudian viral di media sosial pada 18 Mei 2020. Ruslan menilai tata kelola berbangsa dan bernegara sulit diterima akal sehat.

Panglima Serdadu eks Trimatra Nusantara itu juga mengkritisi kepemimpinan Presiden. Baginya, solusi terbaik menyelamatkan bangsa hanyalah Jokowi legawa mundur.

“Namun bila tidak mundur, bukan menjadi sebuah keniscayaan akan terjadinya gelombang gerakan revolusi rakyat dari seluruh elemen masyarakat, seluruh komponen bangsa dari berbagai suku, ras dan agama,” kata Ruslan dalam videonya yang beredar.

Baca juga: Buat Surat Terbuka ke Presiden, Ruslan Buton Ditangkap Polisi

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyebut tersangka Ruslan telah dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik terkait surat terbuka tersebut.

“Pendalaman tentang peran Ruslan akan dilanjutkan oleh penyidik Bareskrim Polri pasca Ruslan tiba di Jakarta,” ujarnya, dalam siaran langsung di Youtube Tribrata TV, Jumat (29/5/2020).

Atas perbuatannya, Ruslan ditetapkan sebagai tersangka pelanggaran Pasal 14 ayat 1 dan 2 (terkait hoaks) dan atau Pasal 15 (soal kabar tak pasti) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Selain itu, ada Pasal 28 ayat 2 (tentang penyebaran kabar yang memicu permusuhan) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana enam tahun, dan atau Pasal 207 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa, dapat dipidana dengan ancaman penjara dua tahun.

Jejak Ruslan Buton

Diberitakan sebelumnya Ruslan ditangkap tim gabungan dari Bareskrim Polri, Polda Sulawesi Tenggara, Polres Buton, dan POM TNI AD, pada Kamis (28/5), di Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, Sultra. Penangkapan itu berdasarkan laporan yang diterima kepolisian pada 22 Mei.

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut menyita barang bukti berupa ponsel yang digunakan oleh tersangka untuk merekam dan KTP.

“Mendistribusikan rekaman tersebut ke dalam Group WA Serdadu Eks Trimatra,” kata Ahmad.

Terpisah, Kapolda Sultra Irjen Pol Merdisyam mengatakan Ruslan Buton bersikap kooperatif dalam penangkapannya.

“Kasusnya sudah ditangani Bareskrim Polri. Polda Sulawesi Tenggara hanya membantu dalam penanganan ini,” ucapnya.

Jejak Ruslan Buton

Ruslan Buton diketahui merupakan mantan perwira menengah di Yonif RK 732/Banau dengan pangkat terakhir sebagai Kapten Infanteri. Ia pernah terlibat kasus pembunuhan La Gode pada 27 Oktober 2017.

Saat kasus itu, ia menjabat sebagai Komandan Kompi sekaligus Komandan Pos Satgas SSK III Yonif RK 732/Banau.

Pada 6 Juni 2018, Pengadilan Militer Ambon mengeluarkan putusan hukuman penjara 1 tahun 10 bulan serta pemecatan dari Anggota TNI AD kepada Ruslan Buton.

Kemudian pada akhir 2019, Ruslan Buton bebas dan telah berada di kampung halamannya dalam satu minggu terakhir.

Setelah dipecat, Ruslan membentuk kelompok mantan Prajurit TNI dari 3 matra darat, laut, dan udara yang disebut Serdadu Eks Trimatra Nusantara, dan ia mengaku sebagai Panglima Serdadu Eks Trimatra Nusantara. (IDR/FSL)

Berita ini 879 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Investigasi

YLBH Nilai Polisi Perlakukan Pendemo Sebagai Penjahat

Investigasi

Komjen Listyo Sigit Sah Terpilih Jadi Kapolri

Investigasi

Fakta atau Mitos? Sejarah Wabah Virus Terjadi 100 Tahun Sekali

Investigasi

Pertama di Soppeng Penamatan Siswa Secara Online, Bertabur Ucapan Sejumlah Artis

Investigasi

Pembangunan RSUD Malili Rp3,9 M Diduga Gunakan Material Ilegal

Investigasi

Klarifikasi Keluarga Raja Saudi yang Dikabarkan Terinfeksi Covid-19

Investigasi

Desa Pising Gelar Musdes Pembentukan RKPDesa 2021

Investigasi

AMJI-RI Apresiasi RSUD La Galigo Bangun Gedung 1 Kamar 1 Pasien