Home / Investigasi / Nusantara / Pendidikan / Politik & Hukum

Selasa, 19 Mei 2020 - 17:53 WIB

Shalat Jamaah Dilarang, Din: Orang Menumpuk di Bandara

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin

JURNAL NEWS, JAKARTA – Penumpukan penumpang di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta yang terjadi pada Kamis (15/5) lalu. Penumpukan terjadi lantaran ada 13 jadwal penerbangan di waktu yang hampir bersamaan.

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin meminta agar pemerintah konsisten menerapkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tengah pandemivirus corona (Covid-19). Aturan itu mesti berkeadilan dan tak tebang pilih dalam proses pelaksanaannya.

“Peraturan tersebut perlu dilaksanakan secara berkeadilan, jangan melarang umat Islam shalat jamaah di masjid tapi mengizinkan orang banyak menumpuk di bandara dan tempat keramaian lain,” kata Din dalam keterangan resmi yang diterima wartawan, Selasa (19/5/2020).

Din juga menyerukan kepada masyarakat Indonesia untuk mematuhi anjuran para ahli kesehatan terkait pencegahan virus corona. Misalnya tetap menjaga jarak secara fisik dan menghindari kerumunan demi menghindari penularan virus corona.

Ia berharap umat Islam memberikan teladan dan menahan hawa nafsu agar tak melanggar anjuran tersebut.

“Kepada umat Islam, sebagai warga negara yang baik, untuk selalu menampilkan teladan yg baik. Biar pihak lain melanggar, tapi kita dapat menahan hawa nafsu untuk tidak terjebak ke dalam kesesatan,” kata Din.

Din juga meminta agar seluruh umat Islam jelang hari akhir Ramadan tahun ini makin mendekatkan diri kepada Allah. Ia menganjurkan untuk selalu berdoa agar mendapatkan ampunan sehingga terbebas dari Wabah Corona, dan dari marabahaya dan malapetaka.

Mengenai salat berjemaah di tempat ibadah, sejumlah pemerintah daerah melarang itu dilakukan. Terutama di wilayah zona merah yang sudah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak corona mewabah.

Meski demikian, jauh hari, PBNU dan PP Muhammadiyah sudah mengimbau kepada umat Islam untuk menjalankan salat Id di rumah masing-masing. Begitu pula dengan kegiatan ibadah lainnya di bulan Ramadhan. (IDR/TIM)

Berita ini 62 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Investigasi

Dua Paslon Wali Kota Medan Resmi Mendaftar di KPU

Investigasi

Pelaku Pungli di Jalinsum Ditembak Polisi Kualuh Hulu

Investigasi

Gubernur Sulsel Dijemput KPK; Uang Rp1 M Turut Diamankan

Investigasi

Hamka Peletakan Batu Pertama Rusus Pesisir di Takalar

Investigasi

Dalami Kasus Korupsi Nurdin, KPK Kembali Periksa 3 Saksi

Investigasi

Tagar “Indonesia Terserah”, Pemerintah Harap Tim Medis Tak Kecewa

Investigasi

Update Covid-19 Labuhanbatu: 3 Sembuh, 2 Meninggal dan 5 Dirawat

Investigasi

Ahmad Tonang Siap Pimpin DPD II Golkar Takalar