Home / Investigasi / Nusantara / Pendidikan / Politik & Hukum

Senin, 27 April 2020 - 23:47 WIB

Gugas Labuhanbatu Nyatakan Almarhum Ibnu Nabil Serta Keluarga Negatif Covid-19

Almarhum Ibnu Nabil (22), warga Jalan Padi Rantauprapat.

Almarhum Ibnu Nabil (22), warga Jalan Padi Rantauprapat.

JURNAL NEWS, LABUHANBATU – Gugus tugas (gugas) Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara, terhitung sejak 27 April 2020 mencabut status pasien dalam pengawasan (PDP) pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19), terhadap almarhum Ibnu Nabil (22), warga Jalan Padi Rantauprapat.

Pencabutan status PDP bernomor 02 atasnama Ibnu Nabil ini, tertuang dalam surat Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan kabupaten Labuhanbatu, Rahmat Hasibuan SKM, tertanggal 27 April 2020.

Kepada jurnalnews.net, pencabutan status PDP bernomor 02 ini, diumumkan oleh Humas Gugus Tugas Rajid Yuliawan, melalui telepon selular, Senin (27/4/2020) sekitar pukul 19.55 WIB malam.

Baca juga: Unggahan Status PDP Asal Rantauprapat Jelang Meninggal

Menurut Rajid, almarhum Ibnu Nabil berdasarkan Surat Keterangan Plh Direktur RSUP H Adam Malik Medan, bernomor : UK.01.01/I-1.3/5211/2020 tertanggal 23 April 2020. Dalam surat keterangan itu tertulis hasil pemeriksaan PCR PDP 02, atasnama Ibnu Nabil atas spesimen dengan pemeriksaan PCR Covid-19 dinyatakan negatif SARS Cov 2.

Selain menetapkan Ibnu Nabil negatif, Rajid yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Labuhanbatu menjelaskan, kepada ayah, ibu, adik-adik, perawat yang menangani almarhum dan orang-orang yang pernah melakukan kontak kepada almarhum juga dinyatakan negatif.

Terkait dengan hal ini, tim Gugas Covid-19 menyampaikan beberapa himbauan kepada masyarakat, diantaranya jangan panic, tetap jaga kewaspadaan terhadap penyebaran covid-19.

Kemudian banyak minum air putih, jaga daya tahan tubuh dengan konsumsi gizi yang seimbang, kurangi keluar rumah yang tidak perlu (stay at home). Jika terpaksa keluar rumah, hindari kerumunan orang, jaga jarak dengan orang lain (physical distancing) minimal 2 meter. Gunakan masker, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau gunakan hand sanitizer serta mandi dan ganti pakaian setelah kembali kerumah.

Selain itu menurut Rajid, diimbau pula bagi warga yang baru kembali dari daerah terjangkit, harap melaporkan diri ke aparat desa / kelurahan dan puskesmas atau rumah sakit. Tetaplah dirumah (karantina mandiri) selama 14 hari.

Diakhir imbauannya, Rajid menyampaikan jika mengalami gejala demam, batuk, pilek dalam 14 hari segera hubungi puskesmas atau rumah sakit.

Diberitakan sebelumnya, satu orang pasien dalam pengawasan (PDP) pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19), asal kota Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Senin (20/4) sekitar pukul 01.00 WIB dinihari meninggal dalam perjalanan menuju RSU Adam Malik Medan. YAS

Berita ini 2,509 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Investigasi

Polres Takalar Rilis Kinerja Tahun 2020, Ada Kasus Korupsi ADD

Investigasi

Tiga Oknum Polisi di Labuhanbatu Positif Narkoba

Investigasi

Deklarasi Digelar, Arham MS Resmi Nahkodai AMJI-RI

Investigasi

Ibadah Minggu di Kecamatan Kampung Rakyat Berjalan Aman

Investigasi

Dugaan Jual-Beli Vaksin Ilegal, Polda Periksa ASN Dinkes Sumut

Investigasi

Soal Kasus NA, KPK Panggil Plt Gubernur Sulsel

Investigasi

BLT Belum Disalurkan, Masyarakat Desa Tarabbi Minta Diusut

Investigasi

Sekelompok Orang Lempari Batu Pos Satpol PP Makassar