Home / Investigasi / Nusantara / Pendidikan / Politik & Hukum

Jumat, 10 April 2020 - 13:13 WIB

Disinfektan Tak Efektif

Ilustrasi Penyemprotan Disinfektan

Ilustrasi Penyemprotan Disinfektan

JURNAL NEWS, MAKASSAR – Penyemprotan cairan disinfektan kepada tubuh manusia tidak terbukti bisa membunuh virus Covid-19. Justru akan memberikan dampak buruk.

Sering kita lihat penyemprotan cairan disinfektan kepada tubuh manusia dalam rangka mematikan virus corona (Covid-19). Cara penyemprotannya juga bermacam-macam, ada yang dilakukan secara mandiri dan ada juga yang harus masuk ke dalam kotak sebelum masuk ruangan. Apakah penggunaan disinfektan yang disemprotkan ke sekujur tubuh manusia efektif membunuh virus Covid-19?

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ari Fahrial Syam menilai penyemprotan disinfektan secara langsung ke tubuh manusia tidak terbukti bisa membunuh virus, termasuk Covid-19. Memyemprotkan cairan disinfektan ke tubuh manusia justru akan memberikan dampak buruk.

Ari menyatakan, dirinya sempat berdiskusi dengan Dr. Parani, WHO representative Indonesia mengenai penyemprotan disinfektan ke tubuh manusia. Dalam tweet Dr. Parani  @NParanietharan, pada Ahad (29/3/2020) dirinya menyatakan, “please do not Spray disinfectant on people, it may be harmful,”.

“Jadi pernyataan representatif WHO Indonesia harus kita indahkan. Pernyataan dari perwakilan WHO ini juga sejalan dengan imbauan ke masyarakat oleh WHO bahwa lampu ultra violet tidak boleh digunakan untuk sterilisasi tangan dan area kulit lain karena bisa menyebabkan iritasi pada kulit,” ujar Ari dalam keterangannya, Senin (30/3/2020).

Lanjut Ari menyatakan, penyemprotan alkohol atau klorin tidak akan menghilangkan virus yang sudah masuk ke dalam tubuh. Bukannya membasmi virus, penyemprotan alkohol atau klorin malah berbahaya untuk mukosa mulut, hidung dan mata.

“Jadi sebaiknya bahan ini digunakan untuk membersihkan permukaan peralatan rumah tangga atau kantor,” tambahnya.

Covid-19 merupakan virus yang dapat ditularkam secara langsung melalui droplet, maupun tidak langsung. Oleh karena itu, ujar Ari, yang penting kita harus benar memperhatikan bahwa tangan kita tidak menyentuh tempat-tempat yang orang lain juga sentuh di tempat umum. Selain itu juga tangan kita yang belum jelas sudah menyentuh apa saja, tidak boleh menyentuh mulut, hidung atau mata.

“Jadi sekali lagi dengan melihat bagaimana infeksi ini menular dari satu orang ke orang lain, maka sebenarnya menggunakan disinfektan secara langsung tidak dibutuhkan bahkan jika disinfektan tersebut terhirup oleh kita atau terkena mata tentu akan menimbulkan masalah kesehatan baik akut maupun jangka panjang,” bebernya.

Ari melanjutkan, yang terpenting kita harus rutin cuci tangan menggunakan sabun agar mencegah terjadinya infeksi saluran pernafasan akut dan infeksi saluran cerna. Apabila tidak memungkinkan untuk cuci tangan pakai sabun, maka kita dapat menggunakan  hand sanitizer. Tetapi, setelah menggunakan hand sanitizer 5-6 kali kita tetap harus melakukan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.

“Yang penting adalah adanya jaga jarak fisik (physical distancing) dan menghindari kontak dengan orang yang demam atau batuk atau pilek tanpa menggunakan masker,” tandasnya. FSL

Berita ini 65 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Investigasi

Pelaku Penyiram Novel Baswedan Dituntut 1 Tahun Bui

Investigasi

Polres Sinjai Ringkus 2 Pengedar Sabu, 1 Diantaranya Wanita

Investigasi

Kemendagri Beri Kado di Hari Jadi Takalar ke 61

Investigasi

Aa Gym: Sudah Swab, Hasilnya Positif Covid19

Investigasi

Peringati Hari Santri, Sekda Takalar: Santri Siaga Jiwa Raga

Investigasi

Terlibat Suap Jabatan, Walkot Tanjungbalai Jadi Tersangka

Investigasi

Lebih Sebulan, Tersangka NR Belum Ditahan

Investigasi

ACT-MRI Soppeng Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Gorie